Maafkan Ketidakpedulian Ini Duhai Ukhty

08:18 0
Maafkan Ketidakpedulian
Ilhamsadli.com,- Banyak orang beranggapan bahwa ketidakpedulian ini nantinya akan berakibat pada susahnya mendapatkan seseorang yang siap diajak hidup bersama. Karena banyak orang bilang bahwa wanita sangat suka dipedulikan, diperhatikan walaupun itu adalah hal yang sederhana. Sesederhana menyapanya ketika bertemu atau sekedar mendengarkan ketika ia berucap tentang keluh kesahnya. Walaupun tidak sedikit juga yang tidak menyukai kepedulian serta perhatian itu, karena pada dasarnya mereka menginginkan yang serius bukan sekedar mengumbar ketidak pastian.

Maafkan aku duhai ukhty atas ketidakpedulianku. Bukan bermaksud sombong atau sok suci, hanya saja ketakutanku jika kepedulianku hanya akan menjebakmu dalam angan-angan semata. Aku tahu bahwa hati wanita itu mudah untuk disentuh, bahkan hanya dengan perhatian.

"Jangan pernah sesekali kau sentuh hatinya jika kau belum siap untuk menikahinya, karena wanita itu rapuh dan lelaki dengan cintalah yang akan menguatkan dirinya"

Opini banyak orang hampir sama yakni bahwa keakraban serta perhatian akan mampu menumbuhkan cinta dalam dua insan. Kadang aku ingin menepis anggapan banyak orang mengenai tidak peduli bukan berarti tak cinta, namun sulit untuk memberikan dalih yang tepat. Namun masih menjadi sebuah alasan untuk menggunakan kata-kata dari seorang penyair cinta Kahlil Gibran. Kahlil Gibran kala itu berhasil merangkum kata mengenai cinta.

"Jangan kau kira cinta datang dari keakraban yang lama dan pendekatan yang tekun. Bukan. Cinta itu adalah anak dari kecocokan jiwa. Selama kecocokan jiwa itu tiada, maka cinta tidak akan hadir walaupun dalam hitungan tahun bahkan milenia"

Jika menelaah kata demi kata dari seorang Kahlil Gibran, maka tanda tanya besar mengenai kecocokan jiwa itu seperti apa. Rasulallah Saw menjelaskan bahwa ruh itu dijadikan seperti dalam satu kesatuan. Mereka yang saling mengenal akan mudah untuk saling terpaut, terkait dan bersepakat. Dan yang saling mengingkari serta tidak mengenal diantaran mereka maka mudah sekali untuk mereka saling berselisih.

Maka maafkan daku atas ketidakpedulian ini. Tak peduli bukan berarti tak ada rasa, hanya saja rasa itu aku simpan rapi hingga tak muncul ke permukaan. Semuanya terhalang oleh indahnya Syari'at duhai ukhty. Biarkan saja rasa itu tetap tersimpan rapi seperti mutiara di dasar laut yang tetap putih dan suci. Lalu ketika saatnya tiba nanti, mutiara bisa di jadikan perhiasan bahkan bisa menjadi lebih berharga dari batu permata bahkan mungkin intan berlian. 

Sembari menunggu tibanya waktu, maka tetaplah Bersabarlah Dalam Penantian duhai ukhty. Biarkan penantianmu menjadi penguat dirimu ketika nanti tiba masanya kita bertemu di ujung penantian. Harapanku, ketika sebelum pertemuan itu tiba tetaplah engkau menjadi mawar merah dengan kuncupnya. Lalu indah merekah saat Dia isyaratkan padaku.

Duhai ukhty, sekali lagi maafkan atas ketidakpedulian ini yang sebenarnya bukan tak peduli. Namun penantian akan menghadirkan rindu dan tak akan terobati rasa rindu tanpa sebuah pertemuan. Maka sementara Dekaplah Rindu itu Dalam Do'a, biarkan langit menggemakan betapa kita merindukan sebuah pertemuan. Mari kita Bersama Saling Menjaga Pandangan demi mendapatkan manisnya cinta dan indahnya rasa rindu. Tidakkah kita ingin kisah yang indah? Karena pada hakikatnya cinta yang suci akan menumbuhkan rindu seperti rintik hujan membasahi bumi, kemudian tumbuh biji-bijian hingga berbuah manis.

Yakinlah ukhty, bahwa ketidakpedulian ini punya maksud baik kedepannya. Tak usah kita risaukan soal pertemuan atau dan takdir untuk bersama. Bukankah semua tercipta saling berpasang-pasangan, dan diciptakan untuk saling melengkapi. Maka sudah seharusnya kita tidak sibuk untuk mencari tetapi lebih sibuk untuk menjadi. Karena Jodoh Itu Soal Pilihan, pilihan untuk mendapatkan yang terbaik atau menjadi yang terbaik. Wallahu a'lam...

Salam Lietarsi...

Al-Quds Palestina Kembali Memanggilmu

17:06 1
 

عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسْ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، خَادِمُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لاَ يُؤْمِنُ
أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه
[رواه البخاري ومسلم]


Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhori dan Muslim)
Sesungguhnya setiap muslim itu bersaudara, karena mereka berasal dari 1 orang mulia yang beriman pada Allah yakni Adam a.s. Namun hanya beberapa di antara kita yang sadar akan hal itu hingga saling mencaci, merendahkan, bahkan saling injak hanya untuk urusan dunia. Terkadang menghalalkan segala macam cara untu mendapatkan keinginannya. Cukup semua itu ya akhy, karena kita adalah satu kesatuan. Musuhmu bukan saudaramu sesama muslim, karena mereka diluar sana tertawa akan tingkah kita jika terus demikian.

Mari Bersatu Kembali Dalam Ukhuwah

Al-Quds Palestina kembali memanggilmu duhai akhy wa ukhty rahimakumullah. Stop perdebatan itu, stop perselisihan itu karena ada yang lebih membutuhkanmu. Baru-baru ini putusan seorang presiden AS Donal Trump membuat para muslim di seluruh dunia mengambil sikap tegas. Putusan Trump ini adalah pemindahan kedutaan besar AS ke Al-Quds dan menjadikan lokasi itu sebagai Ibukota Zionis.
Statement sang Presiden kali ini menjadi sangat kontroversial, tidak hanya kali ini sebenarnya. Seolah-olah tidak ada lagi tempat untuk menyimpan sejarah peradaban Islam di Dunia. Betapa tidak menjadi sebuah masalah yang perlu untuk segera diselesaikan, mereka merasa tidak cukup hanya menumpahkan darah parah mujahid-mujahidah lalu kembali berulah. Keputusan ini telah melanggar statemnet mereka sendiri untuk menjaga perdamaian dunia, karena masalah ini hanya akan memperpanjang perkara Palestina.

Berhenti Menutup Telinga

Jangan lagi kita tutup mata dan telinga duhai akhy wa ukhty, jangan hanya ketika yang kau kagumi disudutkan barulah hatimu tersentuh. Sedangkan saudaramu seiman, bahkan tanah suci umat Islam tempat lahirnya para Nabi, ulama, bahkan ilmuan Islam yang mendongkrak kebangkita Islam telah dinista secara terang dan jelas. Kota dengan sejarah besar umat Islam, bahkan saksi bisu kisah turunnya perintah shalat.
Tindakan terang-terangan ini memanggil kita dari semua kalangan umat Islam untuk merapatkan shaff untuk senantiasa memberikan dukungan serta perhatian yang berkesinambungan pada Al-Quds Palestina, tepatnya Masjidil Al-Aqsha. Baik dukungan moril dan segala kemampuan sangat dibutuhkan untuk menghentikan permusuhan serta penistaan terhadap kota suci Umat Islam yakni Al-Quds.
Berhentilah menutup mata dan telinga kita akhy wa ukhty, tentu hati kita bukan tercipta dari batu bukan? Lantas kenapa sulit kita bergerak, apakah langkah kita begitu berat? Kenapa sulit bibir ini berucap walau hanya sekedar do’a, apakah karena terlalu banyak nista yang terucap atau memang kita tidak peduli dengan persaudaraan. Berhentilah hanya diam dan menonton, sudah saatnya pena kita menari serta lisan kita berucap dan mendesak pemerintah disetiap negara segera mengambil tindakan. Tentu kita tidak ingin nasib Al-Quds berkahir sebagai dongeng untuk anak cucu kita.

Karena Al Quds Palestina Milik Muslim Sedunia

Al-Quds merupakan tanah suci yang penuh berkah, bahkan saksi sejarah. Al-Quds juga tanah para nabi, bahkan Allah menjadikan Al-Quds kiblat pertama muslim artinya kesanalah kita wajah menghadap ketika shalat. Pada zaman Rasulallah Saw tanah Al-Quds Palestina dibebaskan dengan memerintahkan Usamah bin Zaid kala itu bersama pasukannya. Kemudian berlanjut pada zaman Khalifah Umar bin Khattab, Al-Quds bebas dari penguasaan Romawi hingga yahudi diperbolehkan masuk kembali. Kembali lagi Shalahudin Al Ayyubi mencontoh gerak Umar membebaskannya dari The Srusaders, kaum Salib Eropa hingga Al-Quds kembali menjadi pusat ilmu dan peradaban Islam. Itulah kenapa Al-Quds Palestina bukan milik Israel atau Amerika tetapi milik Muslim sedunia. Wallahu a’lam…
#AlQudsIbukotaPalestina
#StandForAlQuds
#FreePalestine
#FLPbelaAlQuds
#MuslimBersamaPalestina

Maulid dan Maulud Nabi, Bagaimana Hukumnya?

10:53 0
Sebelum membahas mengenai bagaimana hukumnya sesuatu, terlebih dahulu seharusnya kita membahas mengenai pengertiannya terlebih dahulu. Sebutannya adalah ta’rif dan ta’rif ada dua jenis yakni jami’ (menghimpun semua unsur mengenai sesuatu yang akan dibahas) dan mani’ (mengeluarkan segala yang menyimpang). Karena bagaimana pandangan beberapa ulama mengungkapkan bahwa hukum mengenai maulid masih menjadi perdebatan.  Afwan, ada beberapa orang mengatakan bahwa maulid dan maulud nabi hukumnya adalah bid’ah. Dan akhirnya menemukan kesimpulan bahwa segala sesuatu yang bid’ah adalah sesat, fenomena inilah yang kadang kita keliru dalam memahami apa arti sebenarnya dari yang kita anggap bid’ah.

Melihat Dari Sudut Bahasa dan Sejarah

Sebelum membahas lebih dalam mengenai maulid, kita terkadang dibuat bingung dengan muncul dua kosakata maulid dan maulud. Dalam tata bahasa, kata “maulid” bermakna hari kelahiran, tetapi berbeda dengan ulang tahun. Sedangakan kata “maulud” bermakna bayi yang lahir. Lalu bagaimana hukumnya maulid dan maulud? Pertanyaan seperti ini tidak ada jawabannya, karena hukumnya hari kelarihan itu tidak ada. Pengertian hukum sendiri terletak pada perbuatan. Mari kita analogikan agar menjadi lebih sederhana, misalkan kita tanyakan bagaimaa hukumnya gelas maka gelas tidak memiliki hukum. Kecuali jika kita bertanya bagaimana hukumnya gelas jika digunakan untuk menampung air yang baik lalu diminum, dengan ketika gelas digunakan untuk melempar seseorang hingga berdarah, maka kondisi inilah kemudian muncul hukumnya.

Mari kita melihat ke zaman sebelum kelahiran Rasulallah Saw, yakni pada zaman Nabi Isa a.s. mari kita lihat dari sudut ayat dalam Al-Qur’an.

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُم مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَىَّ مِنَ ٱلتَّوْرَىٰةِ وَمُبَشِّرًۢا بِرَسُولٍ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِى ٱسْمُهُۥٓ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَآءَهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ قَالُوا۟ هَٰذَا سِحْرٌ مُّبِينٌ

Dan (ingatlah) ketika ’Isa Putera Maryam berkata: “Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: “Ini adalah sihir yang nyata” (Q.S As-Shaff [61] : 6)

Nabi Isa a.s hidup 600 tahun sebelum Rasulallah, dan ketika itu ummatnya mengira bahwa beliau adalah nabi terakhir karena memiliki sifat yang baik sesuai dengan apa yang dituliskan dalam al-kitab. Ketika mendengar pendapat demikian lalu Nabi Isa a.s memberikan kabar gembira bahwa akan datang seorang rasul dan nabi terkahir yang lebih baik darinya. Nabi Isa saja bergembira dengan kelahiran Muhammad Saw, bahkan jauh sebelum kelahirannya. Nabi Isa saja berbahagia lalu kenapa kita tidak bergembira?

Nabi Ibrahim a.s dan Nabi Ismail a.s hidup di zaman 30 generasi sebelum Rasulallah Saw, ketika itu beliau meninggikan bangunan ka’bah kemudian beliau berdua berdo’a di depan ka’bah. Dan menariknya sahabat, do’a tersebut adalah do’a maulud, detailnya ada dalam surah Al-Baqarah ayat 129, berikut ini terjemahannya.

“Ya Tuhan kami, utuslah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Qur’an) dan Al-Hikmah (As-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S Al-Baqarah [2] : 129)

Beliau yang hidup jauh 30 generasi sebelum Rasulallah saja bergemberia dengan kelahiran seorang kekasih Allah Swt. Sedangkan kita yang hanya butiran debu dengan banyak salah, dosa dan kisah hidup belum tentu menginspirasi orang masih pantaskah tidak berbahagia dengan kelahiran Rasulallah.

Menyikapi Maulid dan Maulud

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. Katakanlah: “Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.” (Q.S Yunus [10] : 57-58)

Mungkin sahabat pernah mendengar atau membaca hadist mengenai alasan Rasulallah berpuasa di hari senin, dan itu adalah salah satu ungkapan ras syukur beliau. Sahabat bergembira dengan tibanya Rasulallah Saw sehingga ketika berakhir masa kenabian maka para sahabat mengebadikannya dalam bentuk tulisan sirah (sejarah), pujian (shalawat), amalan dan pengajaran.

Untuk kita maka definisikan maulid dan maulud Nabi itu setiap hari bahkan sestiap saat. Gunakan sebagai bahan koreksi untuk kita sudah sejauh mana ibadah kita, seberapa besar dosa yang kita telah lakukan. Lalu apakah keliru ketika meryakan maulid dan maulud nabi? Jawabannya adalah tergantung niat kita. Jika kita menyikapi dan menggunakan momentum itu untuk mengajarkan serta mengenalkan bagaimana Rasulallah maka itu tidak keliru. Yang menjadikannya bid’ah adalah ketika kita salah menyikapi, sehingga beranggapan bahwa ketika bershalawat ruh Rasulallah bersama kita waktu itu, maka itulah bid’ah.

Kalau menentukan sebuah hukum maka lihat dahulu turunannya atau bagaimana persamaannya. Jika kita memahami setiap yang tidak ada contohnya pada Al-Qur’an, Hadist, Zaman Sahabat, zaman Tabi’ain itu bid’ah, maka ada banyak bid’ah dalam kehidupan kita. Misalkan beras dijadikan sebagai Zakat, apakah ada penjelasannya dalam Al-Qur’an, hadist, atau zaman sahabat? Pasti jawabannya tidak, kenapa dijadikan sebagai zakat? Karena ulama menggunakan pendekatan-pendekatan sehingga bisa memberikan fatwa bahwa beras boleh dizakatkan, karena pada zaman Rasulallah yang menjadi zakat adalah gandum dan kurma. Dan pada zaman itu, benda tersebut adalah makanan pokok, maka inilah yang disebut sebagai pendekatan hukum Fiqih.

Barakallah, semoga artikel ini bisa bermanfaat dan bisa memberikan ilmu bermanfaat, segala kebenaran hanya datang dari Allah, dan jika ada kekeliruan maka itu berasal dari saya sendiri. Wallahu a’alam…

Salam Literasi….

Sumber: Video Ustadz Adi Hidayat Lc MA

Penulis: Ilham Sadli

La Tahzan, Karena Allah Selalu Bersamamu

11:05 0
Blogsadli,- Bahagia, sedih, kecewa. Ketiga kejadian ini adalah bumbu pelengkap sehingga kehidupan manusia menjadi lebih sempurna. Jangankan kehidupan, makanan saja ketika tidak diberi bumbu akan terasa hambar. Tetapi, banyak di antara kita malah menjadikan masalah sebagai musuh. Artinya, tidak sedikit diantara kita yang ketika di hadapkan dengan sebuah problematika kehidupan malah melontarkan sumpah serapah. Saking marahnya, kadang juga kita lupa bahwa setiap ujian itu punya makna dan menguatkan kita.

La Tahzan, Karena Allah Selalu Bersamamu

Tak Selamanya Langit Itu Mendung

Setiap masalah diciptakan bersama dengan solusinya. Jadi jangan pernah beranggapan bahwa Allah telah memberikan sebuah masalah kepada kita yang lemah. Jangan sampai kita lupa bahwa Allah memberikan masalah itu kepada kita karena Dia tahu hanya kita sendiri yang mampu mengatasi masalah itu. Mari kita kembali ke masa lalu. Ketika sahabat masih SD, untuk naik kelas maka perlu sebuah saringan karena tidak semua bisa langsung masuk kelas berikutnya dengan sesuka hati. Semua ada aturannya, dan aturan yang diterapkan adalah menghadapi ujian. Jika lolos dari ujian tersebut, maka kita akan naik ke kelas berikutnya. Tetapi akan berbeda ketika sahabat tidak berhasil menyelesaikan ujian dengan baik, maka bersiaplah untuk bersama dengan orang dari kelas sebelumnya bergabung bersama sahabat.

La Tahzan, karena semua masalah pasti akan ada ujungnya. Bahkan langit saja tidak selamanya mendung, karena setelah mendung bisa jadi muncul pelangi atau mentari telah siap tersenyum pada kita. Setiap awal pasti memiliki ujung. Namun seberapa banyak diantara kita yang terjebak dalam lupa bahwa semakin tinggi sebuah pohon, maka angin yang menerpa akan semakin keras. Masalah ada untuk menguatkan, menaikkan taraf hidup hingga meningkatkan kualitas dalam diri. Kenapa saya katakan demikian? karena saya memandang dari sudut positifnya.

Patah Akan Tumbuh, Hilang Akan Terganti

Untukmu yang sedang patah hati. La Tahzan percayalah bahwa sakitnya patah hati akan menjadi sebuah kekuatan tersendiri dalam hidup sahabat. Patah hati mengajarkan banyak hal dalam hidup, betapa sebenarnya diri jauh dari kata baik. Karena mereka yang berpindah ke lain hati karena merasa ada yang lebih baik daripada kita, dan itulah kenyataannya. 

Kenapa Allah tidak membiarkan ia yang sahabat kagumi menjadi sepenuhnya milik sahabat? karena Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita harapkan. La Tahzan sahabat. Ketahuilah bahwa ketika patah hati, Allah menginginkan kita untuk lebih bersabar. Ya, bersabar menanti seseorang yang lebih baik dari apa yang kita inginkan. Yang tidak hanya membuat kita merasa bahagia, tetapi juga dengan bersama siapa pilihan-Nya akan membuat luka lama telah terobati sepenuhnya. Mungkin dengan memandang pilihan-Nya, kita akan merasa tentram, damai, bahkan merasa bahwa betapa dekatnya surga pabila kita berjalan berdampingan bersama pilihan-Nya.  
Baca Juga: Jodoh Terbaik Untukmu
La Tahzan duhai sahabat, karena Allah tahu mana yang terbaik untuk kita. Percayalah bahwa sesuatu yang patah akan tumbuh lagi, dan sesuatu yang hilang akan terganti. Tunas yang patah, akan menumbuhkan tunas baru yang bisa jadi lebih baik dan lebih indah dari tunas sebelumnya. Sesuatu yang hilang akan terganti. Ya, terganti dengan sesuatu yang tidak pernah kita duga-duga, sesuatu yang membuat kita lebih dekat dengan-Nya, sesuatu yang lebih baik. Asalkan kita percaya bahwa Allah selalu bersama kita.

Berhenti Berandai-andai

Tetapi tidak mudah untuk lepas dari jerat sakit hati. Apakah ada solusi instannya? Jawabannya tentu tidak, karena semua hal butuh proses. Langkah utamanya adalah berhenti berandai-andai, karena terlalu berandai-andai hanya akan membuat kita terperangkap dalam keterpurukan. Jalani apa adanya, yang sudah teradi biarlah menjadi pelajaran berharga untuk kita. Dan kembali lagi bahwa semua yang patah akan tumbuh dan yang hilang akan terganti. Maka Sahabat La Tahzan, Innalaha Ma'ana.
Baca Juga : Bersabarlah Dalam Penantian
Semoga artikel sederhana ini bermanfaat bagi teman-teman yang membaca, Terimakasih telah bersedia membaca.

SALAM LITERASI...

Bagaimana Islam Memaknai Cinta

11:18 0
Bagaimana islam menyikapi emosi cinta yang selalu membawa kebahagiaan, namun sering juga membawa malapetaka bagi pecinta maupun yang dicintainya, adakah cinta  yang sejati, dan bagaimana pula pengaruhnya terhadap manusia. Pada Pembahasan ini kita akan membahas bagaiaman islam memandang cinta itu sebenarnya. Memaknai cinta yang sebenarnya, tentu kita harus mengambil dari sumber yang yang benar pula, yakni Al-Qur’an dan Hadits. Karena apabila kita membicarakan mengenai maslah cinta maka yang paling pertama ada dalam fikiran kita adalah cinta terhadap lawan jenis maka agar kita tidak terjerumus dalam hal-hal yang memiliki mudharat yang besar, maka mari kita mulai membahasnya.

Penyesalan Itu Awal Perbaikan

13:47 0
Blogsadli,- Ketika gagal melakukan sesuatu, banyak diantara kita terjebak dalam penyesalan yang mendalam dan bermimpi untuk kembali memutar waktu. Berharap bisa memperbaiki kesalahan yang dilakukannya tersebut agar tidak ada penyesalan. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk tidak terpuruk dalam penyesalan. Karena ditakutkan akan membawa kehancuran secara perlahan namun pasti, karena seperti itulah arus yang dibawa dari sebuah penyesalan.

Penyesalan Itu Awal Perbaikan

“Duhai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya.” (Az-Zumar: 53)

Setiap insan pasti melakukan kesalahan, dan sebaik-baik yang melakukan kesalahan adalah yang segerea bertaubat, melakukan perbaikan. Sebagai seorang muslim, kita diajarkan untuk tetap berfikir positif terhadap apapun keputusan Allah. Jika itu tidak sesuai harapan kita maka, akan selalu ada hikmah dibalik semuanya itu. 

Karena kita manusia sungguh tidak tahu menahu mengenai masa depan, sedangkan Allah Maha Mengetahui. Kita ambil yang baik-baik lalu meninggalkan sesuatu yang tidak baik. Mengambil pelajaran dari kejadian pada masa lalu adalah cara kita memaknai sebuah kejadian sehingga menjadi sebuah pelajaran bagi kita. Tentu tidak mudah untuk menerima kenyataan, tetapi mau tidak mau harus begitu adanya. Allah menentukan apa-apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

Istiqamah Dalam Kebaikan

Setiap manusia lemah dan tentu pernah melakukan kesalahan. Namun jika kita tetap istiqamah menuju kebaikan maka itu adalah cara terbaik. Karena Allah menyukai hamba-Nya yang tetap istiqamah dengan amalan-amalannya. Dan amalan yang pantas untuk manusia penuh dosa seperti kita adalah banyak-banyak istigfar. Jangan pernah kita beranggapan bahwa kesalahan kita tidak termaafkan, karena pintu maaf selalu terbuka lebar untuk kita. Seperti dijelaskan dalam hadist yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi r.a.

“Duhai anak adam, selama engkau berdoa dan berharap kepada-Ku, aku akan mengampunimu sebanyak apapun dosamu dan Aku tidak peduli. Duhai anak adam, kalau toh dosa-dosamu setinggi langit kemudia kamu memohon ampunan kepada-Ku, Aku akan mengampunimu dan aku tidak peduli. Duhai anak adam, jika engkau mendatangiku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau bersua dengan-Ku dengan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun maka Aku pasti akan mendatangimu dengan membawa ampunan sepenuh bumi juga.” (HR. at-Tirmidzi dan dishahihkan oleh al-Albani)

Lalu kenapa kita masih ragu dan menunda untuk bertaubat? Apa yang membuat kita menahannya? Janganlah beranggapan untuk bertaubat dan memperbaiki segalanya ketika sudah tua nanti, karena tidak ada yang berani menjamin sampai kapan kita bisa bernafas lega. oleh karenanya sahabat, mari kita banyak-banyak beristigfar dan berdoa. Dan tetap yakin bahwa sebuah penyesalan adalah awal dari perbaikan.

Sahabat sudah pasti sudah tidak asing dengan kisah-kisah para Sahabat Rasulallah, yang dahulunya melakukan kesalahan. Beliau-beliau kemudian menyesali kesalahannya lalu segera memperbaikinya karena beliau sadar bahwa penyesalan adalah sebuah awal baru. Dan terpuruk dalam penyesalan hanya akan membuang waktu, sedangkan waktu itu sudah seperti ujung belati jika tidak bisa menggunakannya dengan baik maka bersiaplah untuk terluka oleh belati tersebut.

Sekian dulu bahasan sederhana mengenai penyesalan sebagai sebuah awal dari perbaikan. Semoga kita semua tetap menjadi insan-insan terbaik. Semoga apa yang kita baca selalu memberikan manfaat.

Terimakasih
Salam Literasi...

Dari Bandung Untuk Dunia

13:25 0
Blogsadli,- Forum Lingkar Pena adalah organisasi yang mengorganisir penulis-penulis hebat diseluruh Nusantara bahkan Dunia. Sederet nama-nama hebat lahir dari organisasi pengemban dakwah pena ini. Tidak hanya itu, bahkan mereka mengangkat nama organisasi Forum Lingkar Pena hingga menggema di seluruh dunia. Tentunya hal itu tidak lepas dari kerja keras para pendiri, pengurus pusat, dan pengurus wilayah hingga ke bagian cabang dan ranting. Sederet nama yang mungkin sudah tidak asing lagi seperti bunda Helvy Tiana Rossa, bunda Sinta Yudisia, bunda Asma Nadia, Teh Imun, Afifah Afrah, Kang Abik dan sederet nama penulis hebat lainnya adalah jebolan Forum Lingkar Pena. Beliau-beliau menyatukan visi dan misi untuk mencerahkan dan menggalangkan dakwah melalui tulisan.

Hingga saat ini baru terlahir empat generasi selama kurang lebih 20 tahun setelah berdirinya organisasi Forum Lingkar Pena. Tanggal 3-5 November kemarin adalah pemaparan sejauh mana program memajukan umat disampaikan oleh BPP (Badan Penguru Pusat) dibawah kepemimpian bunda Sinta Yudisia. Kami lebih menyebutnya sebagai hajatan para penulis nusantara, bukan musyawarah nasional. Karena ketika itu, yang banyak dilakukan adalah saling bertukar fikiran demik kemajuan organisasi. Dan pastinya untuk tujuan regenerasi dan melahirkan penulis-penulis berbakat diseluruh Nusantara dan menyatukan visi dibawah payung Forum Lingkar Pena.

Dari Bandung Untuk Dunia

Tiga hari itu adalah penentu bagaimana organisasi Forum Lingkar Pena kedepannya. Apakah organisasi ini akan berjalan ditempat atau melebarkan sayap-sayapnya. Namun, sebagian besar lebih memilih untuk melebarkan sayapnya dengan menjalin kerjasama dengan beberapa pihak demi kemakmuran anggota. Misalnya saja, kemarin sempat ada program menggalakkan tulisan di UC News, atau yang paling terbaru adalah bekerjasama dengan Forum Kaskus. Hal ini bertujuan untuk mengangkat kembali semangat-semangat para penulis nusantara, bahwa menjadi penulis itu harus tetap berkarya melalui media apapun asalkan tetap dalam koridornya. Maka ketika itu, Kota Bandung menjadi saksi bahwa kami organisasi Forum Lingkar Pena siap melahirkan bintang-bintang dengan visi mencerahkan, bukan menjatuhkan. 

Bandung menjadi tempat hajatan penulis-penulis Nusantara, dimana penulis dari sabang sampai merauke berkumpul untuk menyatukan visi dan membangun organisasi bersama. Ketika itu teman-teman FLP Jabar menjadi tuan rumahnya, sungguh banyak kekaguman kami berikan pada para tuan rumah. Dengan segala loyalitas dan waktu yang dimiliki bersdia direpotkan oleh sekian banyak peserta dari seluruh nusantara, tidak terbayang bagaiman susah dan repotnya meng-handle begitu banyak peserta dengan jumlah panitia yang minim. Tetapi begitulah hebatnya para tuan rumah menjamu tamunya hingga yang nampak hanyalah sebuah garis senyum simetris, bukan sebuah kepenatan. Tidak hanya para tuan rumah yang punya keramahan, kota Bandung juga punya keramahan dengan segala pernak-perniknya dan menambah kagum kami para peserta waktu itu. 

Penentu Masa Depan

Tidak bisa dipungkiri bahwa selama tiga hari itu adalah hari penentu masa depan sebuah organisasi. Para peserta hajatan mengusulkan siapa yang akan menjadi penentu masa depan dakwah pena ini. Semua berharap hanya akan ada satu suara dan satu nama yang muncul, tetapi muncul beberapa nama yang tidak asing bagi kami para peserta. Tidak asing karena sebenarnya kami ini adalah satu keluarga, yakni keluarga besar Forum Lingkar Pena. Mereka yang diusung menjadi "the next leader" setelah masa kepengurusan bunda Sinta Yudisia memang memiliki potensi-potensi luar biasa. Tetapi kembali lagi bahwa pemimpin hanyalah satu orang saja.

Karena sudah ditemukan beberapa nama, kemudian diputuskan untuk menentukan siapa "the next leader" dengan jalan footing. Sebelumnya tentu sudah disampaikan apa-apa gerakan dan gebrakan baru ketika nanti terpilih menjadi "the next leader". Setiap bait yang disampaikan para calon ini menarik perhatian setiap orang, lalu sempat terfikir bagaimana megahnya FLP jika ketiga program tersebut dijalankan bersama-sama. 

Siapa yang akan menduga kalau seorang Afifah Afra yang terpilih menjadi penentu masa depan. Seseorang yang bersahaja, berpengalaman dalam memimpin indiva sebagai CEO. Sudah jauh mengerti bagaimana FLP mulai dulu hingga sekarang, dan hal itu menjadi salah satu modal utama untuk bisa menentukan masa depan FLP menjadi lebih baik. Semoga pilihan semua menjadi pilihan yang terbaik. Dan satu pesan dari salah satu peserta yakni mengutip dari kisah Umar bin Khattab yakni Pemimpin adalah orang yang dahulu lapar. Kita doakan bersama semoga sang Srikandi terus menjadikan FLP menjadi lebih baik dan siap melebarkan sayapnya lalu terbang tinggi bersama angin.

Sebenarnya ada banyak hal yang bisa disampaikan dalam pembahasan ini, tetapi cukup demikian bahasan sederhana dan ringan dari blogsadli. Semoga sahabat tidak bosan membaca.

Terimakasih...
Salam Literasi...

Generasi Micin (Miskin Cinta) Aktivis Jaman Now

19:56 0
Blogsadli,- Baru-baru ini dunia internet dan media sosial diramaikan dengan bahasan Generasi Micin dan bahasan Jaman Now. Oleh karena itu, kali ini blogsadli juga akan sedikit membahas mengenai hal itu yakni generasi micin da jaman now, tetapi dalam sudut pandang lain (sudut pandang positif). Ide untuk membahas ini muncul ketika berada di Bandung kemarin, saat ada obrolan santai dengan para aktivis jomblo. 

Generasi Micin (Miskin Cinta) Aktivis Jaman Now

Micin yang akan kita bahas bukan micin yang sering dibicarakan dalam media sosial, tetapi micin yang kita bahas adalah sebuah singkatan dari miskin cinta (micin). Micin atau miskin cinta dalam aktivis jaman now adalah mereka-mereka yang masih menjomblo, dan masih mencari cinta. Dan pencarian ini masih belum menemukan benang merah, artinya dia masih bimbang antara bertahan ataukah mengakhiri masa jomblonya.

Aktivis jaman now adalah aktivis yang cepat sekali tersentil baper, sedikit-dikit baper tetapi belum berani mengatasi kebaperannya itu dengan tindakan yang pasti. Dan memang kondisi di lapangan mengatakan benar adanya mengenai banyaknya generasi micin yang bertebaran dalam aktivis jaman now. Kenapa kami menyebutnya sebagai generasi micin? Karena generasi micin adalah kata untuk sindiran halus para aktivis yang seringkali mencari-cari perhatian lawan jenisnya. Dan tidak kalah pentingnya lagi, adalah hanya sebagian kecil yang mampu menahan pandangan dalam kondisi seperti ini.

Sebenarnya bacaan ini tidak hanya diperuntukan untuk pembaca saja tetapi sekaligus sebagai bahan renungan penulis, karena termasuk dalam golongan jamaah generasi micin (miskin cinta). Miskin cinta karena hanya mampu memandang dari jauh seseorang yang disukainya. Miskin cinta karena hanya mampu menyebut namanya dalam do'a tanpa berani mengucapkan langsung dihdapannya. Miskin cinta itu ketika sulit memalingkan pandangan dari seseorang yang terlihat menarik perhatian. miskin cinta karena belum berani bertamu ke rumah calon mertua untuk meminang seseorang. Golongan-golongan seperti kami inilah yang sebenarnya generai micin (miskin cinta) dan membutuhkan sebuah gerakan serta langkah besar untuk segera mengakhiri zaman micin ini.

Akhir Kisah Generasi Micin

Generasi micin akan berakhir ketika sudah pada masanya, dan satu-satunya solusinya adalah dengan menikahkan para aktivis. Dengan demikian akan berkurang populasi micin.Tetapi bagaimana jika kita menginginkan seseorang namun tidak bisa kita dapatkan?

Ingatlah bahwa Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Solusinya adalah cari yang lain, karena mungkin usaha kita mencari belum maksimal. atau bisa juga karena jalan yang kita tempuh keliru atau bisa jadi juga seseorang yang lebih baik sedang dipersiapkan. Untuk itu tetaplah dalam kebaikan dan tetap berusaha menjaga (menundukkan pandanga). Karena perihal jodoh adalah pilihan (pilihan menjadi yang terbaik atau mendapatkan yang terbaik), maka yang perlu dilakuakn adalah terus memperbaiki diri.

Namun jika pada saatnya nanti yang kita dapatkan bukan apa yang kita harapkan maka disinilah berlaku quote dari sahabat kami Teguh Wibowo bahwa "tingkat paling tinggi dari cinta adalah ikhlas". Quote ini sederhana tetapi memiliki makna yang mendalam. intinya adalah jangan pernah berhenti berusaha dan memperbaiki diri, lalu jemput penyempurna agama itu dengan cara yang syar'i. Tidak butuh waktu yang lama, karena yang sudah pengalaman saja bisa 2 bulan langsung menetapkan dan memantapkan hati untuk menikah. Karena menikah adalah cara untuk menundukan pandangan dan menjaga diri dari fitnah.

Namun dalam kenyataannya, bukan berarti godaan menundukan pandangan berhenti sampai disitu. Tidak, melainkan godaan tersebut semakin besar. Ibarat sebuah pohon, semakin tinggi pohon tersebut maka angin yang menerpa juga akan semakin kencang. Kalau kata banyak orang, rumput tetangga akan selalu napak lebih hijau daripada rumput di rumah sendiri. Dan barang siapa yang mampu melewatinya maka insyaAllah surga menantinya.

Sekian dulu bahasan sedikit nyelekit tapi insyaAllah bisa bermanfaat. Sekian dan terimakasih
Salam Literasi.

Mengetuk Pintu Langit

11:32 0
Mengetuk Pintu Langit
Blogsadli,- “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina.” (Q.S Ghafir: 60)

Setiap insan manusia sudah tentu ingin harapannya segera terkabul, tetapi hanya sedikit yang berusaha keras untuk meraih harapannya. Sebuah mimpi dan harapan haruslah tetap didampingi oleh sebuah usaha dan tentunya do’a. Dan salah satu cara yang dicontohkan Rasulallah Saw adalah mengetuk pintu langit dengan menggemakan bait-bait do’a. Cukup katakan apa yang kita inginkan, lalu biarkan usaha kita tetap berjala adanya.

Mengetuk Pintu Langit

Sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah r.a bahwa Rasulallah Saw pernah bersabda.
 
“Siapapun yang menyatukan seluruh orientasinya pada urusan akhiratnya, niscaya Allah cukupi urusan dunianya. Adapun bila ia memecah orientasinya pada berbagai urusan dunia, maka Allah mencampakkannya sehingga tidak berkenan menolongnya, dimanapun ia ditempa binasa.” (H.R Ibnu Majah)

Berbagai cara dan tips mungkin pernah kita lakukan untuk bisa mendapatkan apa yang kita harapkan. Setiap apa yang dilakukan hingga kadang berdarah-darah, namun tetap saja hasilnya masih begitu-begitu saja. Bukan hanya persoalan mencari rizki, terkadang pencarian jodoh pun demikian. Hingga terkadang seseorang menjadi pesimis untuk mendapatkan jodoh terbaik menurutnya. Atau hati masih belum tentram dengan apa yang mungkin kita dapatkan, karena memang yang kita dapatkan itu bukanlah apa yang kita harapkan.

Mungkin kia lupa satu hal penting dala hidup yakni begaiamana Allah selalu memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Karena apa yang kita inginkan belum tentu menjadi apa yang kita butuhkan. Padahal hal itu sudah jelas dipaparkan dalam Al-qur’an Surah Al-Baqarah ayat 186;

“Dan Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon pada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepadaku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Q.S Al-Baqarah: 186)

Jurus paling jitu adalah dengan mengetuk pintu langit. Maka ketuklah pintu langit, Allah Swt. Akan membukanya dengan ramah, mempersilahkan kita masuk dan memberikan apa yang kita inginkan. Tetapi Dia tidak akan memberikan semuanya, Dia akan memilihkan do’a mana yang terbaik untuk kita. Karena Allah tahu mana yang baik dan tidak untuk kita manusia. Allah tahu masa depan, sedangkan kita tidak tahu menahu soal apapun.

Bagaimana harapan belum dikabulkan?

Jika kita mengetuk pintu langit, lalu masih belum diebrikan apa yang kita inginkan maka mungkin Allah mengabulkannya dengan cara lain. Cara lain itu adalah dengan mengabulkan langsung, menunda atau tidak mengabulkan. Allah membukakan pintu langit, itu artinya apa yang kita harapkan memang apa yang kita butuhkan. Jika harapan kita tertunda, maka mungkin Allah ingin melihat sejauh mana keinginan kita untuk apa yang kita harapkan tersebut. Maka tetaplah dalam jalannya dan usaha adalah kunci utamanya. Namun jika tetap saja Allah tidak mengabulkan harapan kita, maka Allah sudah tahu bahwa apa yang kita harapkan tidak kita butuhkan. Kita mengharapkan disegerakannya jodoh, tetapi Allah menginginkan kita bersabar dahulu dan dengan bersabar itu maka kita menjadi lebih dekat dengan-Nya. Atau  mungkin Allah berbaik hati menggantikannya dengan apa yang kita butuhkan.

Bersama Saling Menjaga Pandangan

18:01 0
Blogsadli,- "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman,’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat." (Q.S An-Nur : 30)

Di zaman sekarang ini, sungguh sulit betul untuk kita saling menjaga dalam kebaikan, terlebih lagi mengenai bagaimana saling menjaga pandangan. Menjaga pandangan menjadi sebuah tantangan besar bagi para pemuda dan pemudi di seluruh dunia. Mungkin sahabat sering mendengar bahwa rasa itu muncul dari mata kemudian turun ke hati. Akan tetapi, ketika pandangan tidak dijaga dengan baik maka akan menjadi fitnah nantinya. Kali ini blogsadli akan mengulas sedikit mengnai menjaga pandangan

Bersama Menjaga Pandangan

Menjaga pandangan tidak melulu soal menjaga mata saja, tetapi lebih ke pengertian umum yang bisa dibagi-bagi menjadi beberapa bagian. Menjaga pandangan disini bisa diartikan sebagai menajga mata, menjaga lisan, menjaga hati, ketiga hal inilah yang harus dijaga agar kita benar-benar menjaga pandangan.Coba simak hadist berikut ini

"Sesungguhnya Allah telah menetapkan atas diri anak keturunan Adam bagiannya dari zina. Dia mengetahui yang demikian tanpa dipungkiri. Mata bisa berzina, dan zinanya adalah pandangan (yang diharamkan). Zina kedua telinga adalah mendengar (yang diharamkan). Lidah (lisan) bisa berzina, dan zinanya adalah perkataan (yang diharamkan). Tangan bisa berzina, dan zinanya adalah memegang (yang diharamkan). Kaki bisa berzina, dan zinanya adalah ayunan langkah (ke tempat yang haram). Hati itu bisa berkeinginan dan berangan-angan. Sedangkan kemaluan membenarkan yang demikian itu atau mendustakannya." (HR. Bukhari no. 6243 dan Muslim no. 2657)

Dengan menjaga pandangan tentu akan menjauhkan kita dari mendekati zina. Sungguh pada zaman sekarang ini sangat suli menahan, menjaga bahkan menundukan pandangan, Bisa sahabat perhatikan  sendiri ketika hendak keluar rumah, pandangan disekitar kita dipenuhi oleh wanita muslimah (ingat wanita muslimah) namun belum menutup auratnya, ataupun seorang pemuda muslim yang mencari perhatian seseorang dengan cara menebar pesona. Mereka berpakaian menarik bahkan bersoleh sedemikian rupa hingga lupa bahwa kewajibannya adalah menjaga pandangan untuk menjauhkan diri dan keluarganya dari api neraka.

Keliru Memahami Makna Menundukan Pandanga

Kadang ada yang keliru memahami makna sebenarnya dari menundukan pandangan. Ketika dijalan mislanya, sepanjang jalan ia hanya menunduk tanpa memperhatikan jalan didepannya. Ditakutkan nanti ada kecelakaan, dan menundukan pandangan dalam arti sebenarnya adalah menjauhkan pandangan ketika pandangan itu dirasa akan menimbulkan syahwat. Jadi bukan sepenuhnya menunduk, jika dirasa pandangan yang tidak baik tersebut akan menimbulkan syahwat maka segeralah palingkan pandangan

Pahala Bagi yang Menjaga Pandangan

Menjaga pandangan itu tidaklah mudah, bahkan sangat berat, apalagi dalam zaman sekarang ini yang serba digital. Mungkin di dunia nyata masih bisa menjaga pandagan tetapi di dunia maya? entahlah kalau menurut pandangan saya sendiri hal itu sangat susah karena kadang yang muncul di bernda adalah foto-foto wanita muslimah yang cantik dan menawan. Dan kadang jari jemari bergerak memberikan tanda like atau love (maafkan ini pengalaman pribadi, semoga kita bisa sama-sama saling memperbaiki). 

"Memandang wanita adalah panah beracun dari berbagai macam panah iblis. Barangsiapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah akan memberi balasan iman kepadanya yang terasa manis baginya" (HR. Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no. 7875)

"Jaminlah aku dengan enam perkara, dan aku akan menjamin kalian dengan surga: jujurlah (jangan berdusta) jika kalian berbicara; tepatilah jika kalian berjanji; tunaikanlah jika kalian dipercaya (jangan berkhianat); peliharalah kemaluan kalian; tahanlah pandangan kalian; dan tahanlah kedua tangan kalian." (HR. Ahmad no. 22757)

Oleh karena itu sahabat, mari kita bergerak bersama untuk menjaga pandangan dengan saling menjaga untuk kebaikan. Untuk sahabat muslimah cobalah untuk menjaga lenggak-lenggok ssahabat agar tidak menimbulkan syahwat bagi kami para kaum lelaki. Cobalah untuk berpenampilan sederhana saja asalkan menutup aurat, maka sahabat telah melakukan kebaikan dengan membantu kami menjaga pandangan. Tampil cantik boleh, tetapi kecantikan dan kemolekan itu persemabhkanlah untuk imammu kelak, jangan diumbar kepada publik.

Dan untukmu sahabat pemuda muslim. Kurangi stalking akun media sosial muslimah karena hati seorang wanita itu lembut dan mudah sekali tersentuh. Jangan mencari perhatian dengan menebar pesona kesetiap wanita muslimah. Karena konsep Islam adalah saling menjaga dalam kebaikan. Jika tidak berniat untuk menikahinya, maka jangan sentuh hatinya

Sekian dulu sedikit bahasan mengenai bersama saling menjaga pandangan untuk kita meraih syurga bersama. Semoga bermanfaat, Silahkan Share artikel ini dengan klik tombol share di bawah postingan artikel ini.

Terimakasih 
Salam Literasi

6 Cara Mencari Inspirasi Untuk Konten Blog

12:42 0
6 Cara Mencari Inspirasi Untuk Konten Blog
Blogsadli,- Sebagai seorang blogger, tentunya sebuah konten dalam blog menjadi sebuah langkah jitu meningkatkan ranking dan kualitas blog. Tapi menjadi sebuah masalah ketika blogger mengalami yang namanya kekurangan inspirasi sebagai bahasan blog, terutama untuk seorang blogger pemula. Karena konten adalah raja, maka mencari konten yang berkualitas akan memakan waktu yang sangat lama jika blogger mangalami kekurangan inspirasi. Menetukan kontent blog memang tidak sulit tapi mengembangkannya menjadi kontent berkualitas itu tidak mudah dan butuh inspirasi.

Mencari Inspirai Konten Blog

Maka kali ini, Blogsadli akan membahas mengenai 6 cara mencari inspirasi untuk kontent blog sehingga mampu membuat pembaca betah berlama-lama di blog kita.

1. Mulailah Dari Topik Sederhana Seperti Hobi

Kesulitan dalam menemukan topik konten selalu akan dihadapi seseorang tidak terkecuali blogger pemula. Untuk lebih sederhananya, maka konten pertama kita usahan membahas mengenai hobi atau apa-apa saja yang kita sukai. Tidak usah terlalu memikirkan mengenai teknik penulisan yang benar dahulu, cukup biarkan kata-kata itu mengalir membentuk kalimat sehingga akan sangat mudah dipahami oleh pembaca. Jika menyukai otomtotif maka ide-ide tentang otomotif, maka bisa kita tuangkan semuanya dalam tulisan dan tentunya membahas seputar otomotif mulai dari A-Z.

2.  Menulis Pengalaman Menarik

Pengalaman menarik bisa juga dijadikan sebagai inspirasi konten blog, entah itu pengalaman yang lucu, menegangkan ataupun mengasyikan. Tulis saja pengalaman tersebut secara sederhana dan gamblang sehingga mudah dipahami. Jika masih sulit maka tulis seadanya seperti kita menulis Dairy, atau menulis status di facebook. Dan usahakan jangan ada singkatan dalam blog ataupun penulisan yang tidak perlu (misalnya menggunakan kombinasi huruf dan angka), Hindari itu, karena pembaca akan menganggap itu sebagai bahan bacaan yang tidak layak.

3.  Menulis Seperti Apa yang Ingin Kita Baca

Dengan menulis sesuai apa yang kita ingin baca, tentunya akan sangat memudahan kita dalam menuangkan ide-ide tersebut dalam sebuah tulisan.  Tetapi dalam konteks ini, jangan sampai kita menulis asal-asalan tanpa ada sumber atau wawasan kita mengenai tulisan tersebut. Karena kita tidak tahu siapa pembaca kita nantinya, dan tidak menutup kemungkinan pembaca kita adalah dia yang lebih mengerti bahkan jauh lebih paham tentang bahasan itu. 

4.  Perbanyak Teman atau Sahabat

Sahabat dan teman bisa menjadi jalan untuk kita mencari inspirasi, karena bisa jadi ketika kita berbincang santai ada hal-hal menarik dalam bahasan tersebut. Hal menarik inilah yang kemudian kita olah menjadi konten yang menarik dengan menambahkan ide-ide kita dalam pembahasan tersebut. Tidak hanya itu, terkadang ketika sahabat kita meminta pendapat atau pandangan kita akan sebuah masalah, hal tersebut bisa mendatangkan inspirasi. Maka tinggal bagaimana kita mengolah permasalahan tersebut dan memberikan solusi yang bagus menurut pandangan kita.

5.  Manfaatkan Media Sosial

Salah satu cara mencari inspirasi lainnya adalah dengan memnafaatkan media sosial yang kita miliki. Tentunya banyak sekali terkadang yang bisa menarik perhatian kita dari bahasan-bahasan di media sosial. Oleh karenanya, media sosial merupakan satu wadah untuk kita mencari inspirasi untuk bahan konten blog. Tentunya dengan memilih dan memilah bahasan mana yang kira-kira mampu menarik perhatian pemirsa di media sosial. 

6.  Gunakan Fasilitas Google

Ada banyak sekali fasilitas google yang bisa kita manfaatkan. Misalakan saja dengan mencari trending topik atau pembahasan yang lagi panas-panasnya di dunia. Pembahasan tersebut bisa kita angkat menjadi sebuah bahan konten blog sehingga besar kemungkinan untuk blog kita muncul pada search engine. 

Nah, demikian sedikit bahasan sederhana mengenai bagaimana cara mencari inspirasi untuk konten blog. Sebenarnya masih banyak cara atau langkah-langkah untuk menemukan sebuah konten blog yang menarik. tergatung bagaimaa kita, apakah mau peka dengan sekitar ataukah kita hanya ikut arah angin saja. 

Terimakasih sudah bersedia membaca
Salam Literasi

Tantangan yang Sering Dihadapi Seorang Blogger

15:01 0
Tantangan yang Sering Dihadapi Seorang Blogger
Blogsadli,- Kali ini ada sedikit bahasan mengenai duniaya para blogger. Jangan beranggapan bahwa menjadi seorang blogger itu enak dan mudah. Kenapa demikian? Karena menjadi seorang yang berkecimpung dalam dunia Blogger itu gampang-gampang susah. Jika kita tetap ingin mencoba terjun dalam dunia blogging, maka bersiap-siap nanti akan menghadapi tantangan-tantangan ketika sudah berada dalam lingkaran itu. Sadar atau tidak, hal ini akan dihadapi seorang blogger pemula kecuali dia-dia yang selalu punya ide-ide kreatif. 

Tantangan Seorang Blogger

apa saja tantangan yang dihadapi seorang blogger? berikut ini adalah beberapa tantangan yang seringkali dijumpai seorang blogger pemula.

1. Bingung Tema Bahasan

Tantangan pertamanya adalah bingung akan membahas apa ketika berencana terjun ke dunia blogging. Tema bahasan bisa kita dapatkan darimana saja, tergangtung dari kita mau atau tidak. Karena utamanya adalah tekad untuk memulai kemudian mencoba mencari sesuatu yang menarik menurut pandangan kita. Jika masih bingung, maka fikirkan apa yang kita sukai lalu uraikan dalam bentuk tulisan segala macam yang berkaitan dengan kesukaan kita. Namun akan lebih baik jika berfokus pada satu bahasan saja untuk mempersempit ruang lingkup pembaca.

2. Takut Memulai

Ketakutan untuk memulai sesuatu adalah hal yang wajar-wajar saja. cobalah mengambil langkah pertama untuk memulai kemudian lanjutkan dengan langkah berikutnya. Sekarang ini sudah tidak lagi susah untuk memulai membangun blog, karena ketika keyword mengenai blog pemula sangat banyak di google. Dan perlu diketahui bahwa mereka-mereka juga pernah merasakan tantangan ini ketika masih pemula, yang membuat mereka bertahan dalam posisi teratas adalah usaha dan tekad yang kuat.

3. Belum Mengerti SEO

Persoalan yang satu ini sebenarnya bukan persoalan utama, karena masalah SEO adalah masalah yang bisa dipelajari sambil jalan. Kalau hanya berkutat dengan dunia SEO saja, bisa-bisa blog kita begitu-begitu saja. Karena yang utama adalah memperkenalkan blog kita kepada publik, atau paling tidak memperkenalkan blog kepada teman terdekat. Untuk bisa mendapatkan pengetahuan mengenai SEO adalah dengan banyak belajar dari pengalaman menulis artikel blog, lambat laun kita akan mengerti bagaimana bisa artikel kita berada pada halaman pertama pencarian google.

4. Tidak Semangat Menulis

Semangat menulis memang timbul tenggelam dan terkesan kurang stabil. Tetapi memang begitulah tantangan seorang penulis, tantangan seorang blogger. Bagaimana kita mengatasi masalah demikian sehingga bukan kita yang dipengaruhi semangat tetapi kita mempengaruhi semangat. Sehingga kedepannya tidak akan ada istilah gak mood ngeblog. Kita harus menemukan motivasi kita menulis di blog. Percaya atau tidak, menulis itu menenangkan fikiran dan mengisi kekosongan jiwa.Ketika tidak semangat menulis maka bersiap saja blog kita dan tulisan kita akan jalan ditempat tanpa sedikitpun perkembangan.

5. Susah Mencari Sumber Bacaan

Permasalahan selanjutnya adalah susahnya untuk menentukan sumber bacaan yang relevan dengan blog yang akan kita bangun. Blog seperti apa sih yang mau kita bangun? masalah otomtif, hoby, gaya hidup, agama, pendidikan atau apa? semuanya hampir 90% ada di internet. Jika tidak ingin mencari di internet maka kita tinggal menggunakan fasilitas umum seperti perpustakaan umum sebagai salah satu cara mencari sumber informasi sebagai bahan tulisan. 

6. Sering Salah Ketik

Sering salah ketik atau biasa kita sebut typo sebenarnya bukan sebuah masalah yang terlalu besar. Karena hal ini bisa dengan mudah kita selesaikan secara cepat. Misalkan saja denga membaca kembali apa yang telah kita tulis, lalu memeriksa kosa katanya apakah sudah benar atau keliru. 

Sebenarnya masih banyak tantangan seorang blogger pemula, tetapi hanya beberapa yang kita bahas. Karena intinya adalah kuatkan tekad dan semangat kita untuk terus berkembang. Tidak apa kita kalah start dengan mereka-mereka tetapi jangan mau kalah mencapai finish. Sekian dulu sedikit bahasan mengenai tantangan seorang blogger. Semoga bermanfaat

Terima Kasih 
Salam Literasi...

2 Pencapaian Penuntut Ilmu

12:39 0
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan" (Q.S Al Mujadillah; 11)

Membahas masalah ilmu dan penuntut ilmu adalah uraian yang menarik, karena jika kita cermati ayat diatas dan garis bawahi pada kalimat-kalimat terakhir mngenai ditinggikannya derajat orang orang yang berilmu dan beriman. Menuntut ilmu itu adalah kewajiban kita sebagai insan manusia, dan sahabat sudah pasti tidak asing dengan hadistnya mengenai kewajiban manusia dalam menuntut ilmu. Tidak hanya demikian, kita sama-sama tahu bahwa ayat pertama yang turun pada Rasulallah adalah ayat mengenai belajar (iqra'). 

Apa yang Dicapai Seorang Penuntut Ilmu?

Suatu usaha pasti akan membuahkan hasil atau capaian, tidak terkecuali dengan seorang penuntut ilmu. Pasti akan mendapatkan sebuah capaian dalam usahanya, apa saja capaian itu? berikut ini adalah 2 capaian yang didapatkan seorang penuntut ilmu jika benar-benar meraih pencapaian terbaik.

1. Keimanan Meningkat

Manusia haruslah belajar dari ilmu padi, yakni semakin ia merunduk semakin berisi. Artinya semakin luas ilmu itu, maka jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain dengan berkata "ana khairu minhu", karena kata itu pernah diucapkan iblis ketika disuruh menghormati manusia pertama. Maka itu bukanlah sikap yang baik ketika mendapatkan ilmu. Cukup teladani ilmu padi saja. 

Sebanarnya ketika tingkat pengetahuan kita bertambah, disitu kita akan menemuka keimanan kita meningkat karena semakin tinggi ilmu semakin merasa kecil kita. semakin takjub dengan kuasa Allah Swt. Namun ketika keimanan tidak meningkat maka penuntut ilmu tersebut belumlah mendapatkan sebuah pencapaian yang sesungguhnya. 

2. Ilmu Bertambah

Pencapian kedua seorang penuntut ilmu adalah ilmunya bertambah atau bertambahnya pengetahuan. Dengan bertambahnya pengetahuan lalu tidak membuat ia menjadi sombong, namun lebih rendah hati. Itulah sebenarnya pencapaian seorang penuntut ilmu. Jika yang terjadi malah sebaliknya maka belum mencapai titik ini berarti.

Kenapa tidak boleh sombong? Coba kita perhatikan pesan buya hamka berikut ini.
"Semakin luas ilmu seseorang, semakin sedikit ia menyalahkan orang"
jika ada yang menyalahkan orang dan merasa benar sendiri, itu tandanya sedikit ilmunya dia, sedikitnya kitab yang dibaca dan guru yang ia temui. Karena jika ilmunya banyak, seseorang tersebut aka mudah menerima perbedaan. ingatlah bahwa ilmu itu seperti air, mengalir dari tinggi ke rendah.
Jangan hanya berpatokan pada 1 guru saja, karena sekurus-kurusnya ikan ada dagingnya, dan segemuk-gemuknya ikan ada tulangnya. Seperti itulah kita seharusnya menimba ilmu, ambil dagingnya buang tulangnya. Karena setiap ulama itu adalah manusia, dan tak ada dari mereka yang sempurna.


Kedua point ini tidak bisa dipastikan. Hati-hati sahabat, jangan sampai keimanan bertambah tetapi ilmu tidak bertambah, atau ilmu bertambah tetapi keimanan tidak bertambah samasekali. Sungguh merugi kita jika terjadi demikian. Karena ketika keduanya berjalan selaras maka akan mendekatkan kita beberapa derajat dengan Allah. 

Sekian dulu sedikit pembahasa sederhana kali ini. semoga sahabat tidak bosan berkunjung dan membaca artikel-artikel saya di blogsadli. Semoga bisa memberikan manfaat.. Terimakasih

Salam Literasi...

Ilmu Memantaskan Diri

11:41 0
Blogsadli,- Kali ini kita akan mengambil bahasan memantaskan diri. Tetapi memantaskan diri bukan dalam lingkup kecil perihal jodoh semata tetapi dalam lingkup besar. Kenapa blogsadli membahas tentang lingkup besarnya? kan biasanya bahas soal jodoh tuh. Karena memang hidup ini bukan soal jodoh semata.Karena kita tidak pernah tahu siapa jodoh kita apakah kita berjodoh sebagai pengantin dunia ataukah maut lebih dulu menyapa.

Rasulallah Saw. pernah bersabda, "Setiap anak Adam banyak melakukan kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah adalah mereka yang (mau) bertaubat." (H.R Tirmizi)

Bersabarlah Dalam Penantian

16:25 0

Teruntuk dirimu nan jauh disana, yang entah dimana dan bersama siapa kau sekarang. Terimakasih kau masih setia menantiku tuk menjemputmu, walaupun terkadang aku belum sepenuhnya siap untuk itu. Aku tahu, kau telah lama atau mungkin sudah sangat lama menanti. Tetapi ketahuilah bahwa penantian itu kelak akan berbuah manis tentunya pada waktu yang tepat. Maka bersabarlah dan kuatkanlah dirimu dalam penantian, kuatkanlah dirimu dalam kegelisahan, kegundahan.